Gamalama 09
No Result
View All Result
Senin, 21 September 2026
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pertambangan
Langganan
Gamalama 09
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pertambangan
No Result
View All Result
Gamalama 09
No Result
View All Result

Krisis Energi Global, Boros BBM Dinilai Bisa Jadi Bom Waktu

Gamalama 09 oleh Gamalama 09
22 Mei 2026
di Ekonomi
Krisis Energi Global, Boros BBM Dinilai Bisa Jadi Bom Waktu
1.9k
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsAppBagikan ke Telegram

Jakarta, CNN Indonesia – Di tengah situasi krisis energi global saat ini, warga diimbau untuk tidak boros energi termasuk bahan bakar minyak (BBM). Berbagai hal bisa dilakukan dari mulai menggunakan kendaraan seperlunya hingga lebih mengutamakan transportasi publik.

Pakar kebijakan publik Trubus Rahardiansah menilai budaya boros energi yang masih terjadi di level rumah tangga hingga industri bisa menjadi ancaman serius apabila tidak segera diantisipasi.

“Bahayanya ini, kita bisa mengalami krisis energi nantinya kalau kita tidak mengantisipasi ini. Karena kan hampir semua negara di dunia ini mengantisipasi terhadap bahaya krisis energi,” kata Trubus kepada CNNIndonesia.com, Jumat (15/5).

Menurutnya kita tidak bisa menganggap kondisi saat ini baik-baik saja atau seperti dalam kondisi normal. Ia menekankan pentingnya menunjukkan kewaspadaan yang cukup di tengah ketidakpastian global saat ini.

Ia membandingkan kondisi sejumlah negara lain seperti Filipina, Thailand, Vietnam hingga Australia yang dinilai sudah lebih agresif menjalankan kebijakan penghematan energi dan mitigasi krisis.

Trubus mengatakan ketergantungan besar terhadap BBM membuat negara rentan terguncang ketika harga minyak dunia melonjak atau pasokan terganggu.

Ia mengingatkan gangguan kecil saja terhadap distribusi energi bisa langsung berdampak ke stabilitas ekonomi nasional.

“Kalau pemanfaatan energi semakin tinggi seperti sekarang, sementara industri dan rumah tangga masih boros, ya ke depan kita bisa mengalami krisis,” ujarnya.

Trubus menekankan pentingnya langkah jangka panjang yang jelas untuk mengendalikan konsumsi BBM, terutama setelah masa aman pasokan energi berakhir.

Menurut Trubus, pembatasan BBM subsidi seharusnya mulai diterapkan lebih ketat, misalnya berdasarkan kapasitas mesin kendaraan.

“Harusnya penggunaan BBM subsidi itu dibatasi, misalnya kendaraan roda empat dengan cc tertentu atau motor di bawah kapasitas tertentu,” katanya.

Selain soal pembatasan subsidi, Trubus juga menyoroti implementasi kebijakan penghematan energi yang sudah diumumkan pemerintah, termasuk work from home (WFH).

Menurut dia, kebijakan tersebut mesti dijalankan secara konsisten disertai dengan pengawasan.

“Kebijakan WFH ini kan belum ada ukuran seberapa efektif,” ujarnya.

Trubus mengatakan lemahnya pengendalian konsumsi energi pada akhirnya akan bermuara pada kenaikan harga barang dan penurunan daya beli masyarakat.

Dia menilai tekanan ekonomi saat ini sudah mulai terasa di tengah pelemahan rupiah dan ancaman PHK di sejumlah sektor industri.

“Boros energi itu ujung-ujungnya kenaikan harga pokok. Ini yang sekarang merangkak terus dan daya beli masyarakat turun terus. Jadi persoalannya bukan cuma soal BBM mahal, tapi efek dominonya bisa ke mana-mana,” katanya.

Ia juga melihat gejala penurunan kelas konsumsi mulai terjadi di masyarakat. Pengguna kendaraan dengan konsumsi BBM tinggi mulai mengurangi mobilitas atau beralih ke kendaraan yang lebih hemat bahan bakar.

“Kalau lihat sekarang, orang sudah mulai turun kelas. Mobil-mobil yang selama ini pakai Pertadex mulai jarang kelihatan karena harganya mahal sekali. Kalau nanti masyarakat pengguna Pertamax atau RON tinggi juga turun ke subsidi, subsidinya bisa membengkak,” ujar Trubus.

Di sisi lain, ia menilai pemerintah seharusnya lebih serius mengembangkan transportasi umum untuk menekan konsumsi BBM masyarakat. Menurut dia, kebijakan WFH tidak akan efektif tanpa dukungan angkutan publik yang memadai.

“Harusnya transportasi umum seperti JakLingko diperbanyak sampai masuk ke perumahan-perumahan. Jadi masyarakat enggak perlu terus pakai kendaraan pribadi. Bahkan idealnya orang tua enggak perlu lagi antar anak sekolah pakai mobil pribadi kalau akses transportasi umumnya benar-benar menjangkau,” katanya.

Tekanan akibat mahalnya BBM nonsubsidi kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat kelas menengah di perkotaan.

Ari (37), pekerja swasta di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, mengaku kini jauh lebih jarang menggunakan Toyota Innova diesel miliknya sejak harga Pertamina Dex melonjak.

“Tadinya ini andalan buat harian, sekitar lima hari seminggu. Tapi sekarang mobil ini lebih banyak nongkrong di garasi. Sejak harga Dex selangit, gue sebisa mungkin simpan Innova buat urusan yang benar-benar darurat atau bareng bayi aja,” kata Ari.

Ari mengatakan dirinya tetap memilih menggunakan Pertamina Dex demi menjaga performa mesin kendaraan. Namun, kenaikan harga yang terus terjadi membuat biaya operasional mobil diesel terasa sangat berat.

Namun ia memilih tetap menggunakan Pertamina Dex meski harga naik. Ia enggan untuk menggunakan solar subsidi dengan alasan performa mesin.

“Jadi pilihannya cuma dua, bayar mahal atau enggak usah pakai mobil sekalian,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat Ari mulai mengubah kebiasaan mobilitas sehari-hari. Ia kini lebih sering menggunakan transportasi umum untuk menghemat pengeluaran BBM.

“Sekarang gue jadi tim Transjakarta. Kalau rutenya masih tercover busway, gue mending naik bus,” katanya.

Meski mulai mempertimbangkan kendaraan listrik, Ari mengaku masih ragu karena harga mobil listrik dinilai belum terjangkau dan ketahanan kendaraan belum meyakinkannya sepenuhnya.

“Kalau mobil listrik jujur lagi kepikiran banget. Tapi harganya masih tinggi dan gue masih mikir soal ketahanan mesinnya. Jadi solusi paling masuk akal sekarang ya membiasakan diri naik kendaraan umum,” ujarnya.

Sumber : CNN Indonesia

Related Posts

Buka Peluang Usaha Baru, Harita Nickel Latih Pemuda Lingkar Tambang Jadi Teknisi AC Residensial
Berita

Buka Peluang Usaha Baru, Harita Nickel Latih Pemuda Lingkar Tambang Jadi Teknisi AC Residensial

1 Juli 2026
Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 Melonjak, Bagaimana Nasib Masyarakat
Berita

Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 Melonjak, Bagaimana Nasib Masyarakat

10 Juni 2026
DPR Tuding Rupiah Sengaja Dibiarkan Keok, Bos BI Bersuara
Ekonomi

DPR Tuding Rupiah Sengaja Dibiarkan Keok, Bos BI Bersuara

22 Mei 2026
Maman Siapkan Aturan Larang Marketplace Naikkan Biaya Layanan Sepihak
Ekonomi

Maman Siapkan Aturan Larang Marketplace Naikkan Biaya Layanan Sepihak

22 Mei 2026
BEI Sudah Antisipasi Saham Minim Free Float Didepak MSCI-FTSE Russell
Ekonomi

BEI Sudah Antisipasi Saham Minim Free Float Didepak MSCI-FTSE Russell

22 Mei 2026
Merosot Lagi, Rupiah Tembus Rp17.706 Pagi Ini
Ekonomi

Merosot Lagi, Rupiah Tembus Rp17.706 Pagi Ini

22 Mei 2026
  • Populer
  • Komentar
  • Terbaru
Sidang Praperadilan Kasus Andrie Yunus Digelar Besok

Sidang Praperadilan Kasus Andrie Yunus Digelar Besok

22 Mei 2026
MDKA Komitmen Gunakan Energi Bersih dalam Operasional Pertambangan

MDKA Komitmen Gunakan Energi Bersih dalam Operasional Pertambangan

22 Mei 2026
Polisi Telusuri Aliran Duit Yayasan Daycare Little Aresha

Polisi Telusuri Aliran Duit Yayasan Daycare Little Aresha

22 Mei 2026
Pantau Kesiapsiagaan Hadapi Demo, Karoops Polda Malut Supervisi Latihan Dalmas di Polres Morotai

Pantau Kesiapsiagaan Hadapi Demo, Karoops Polda Malut Supervisi Latihan Dalmas di Polres Morotai

30 Juli 2026
Kinerja 2025 Moncer, PT Timah Setor Rp1,62 Triliun ke Negara

Kinerja 2025 Moncer, PT Timah Setor Rp1,62 Triliun ke Negara

0
Prabowo Perkuat Alutsista RI di Tengah Ketidakpastian Dunia

Prabowo Perkuat Alutsista RI di Tengah Ketidakpastian Dunia

0
Jokowi Akan Blusukan ke NTT Bareng Projo, Terkait Pemilu 2029?

Jokowi Akan Blusukan ke NTT Bareng Projo, Terkait Pemilu 2029?

0
Main Game-Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Disanksi Gerindra

Main Game-Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Disanksi Gerindra

0
Redam Bentrok Antardesa, Polres Morotai Buka Blokade Jalan Pandanga-Juanga

Redam Bentrok Antardesa, Polres Morotai Buka Blokade Jalan Pandanga-Juanga

15 September 2026
Cuaca Buruk, Perahu Tenggelam di Perairan Dufa-Dufa Ternate, 1 Meninggal dan 1 Bocah Masih Dicari

Cuaca Buruk, Perahu Tenggelam di Perairan Dufa-Dufa Ternate, 1 Meninggal dan 1 Bocah Masih Dicari

13 September 2026
Berkas Lima Pelajar Terlibat Kekerasan Seksual di Morotai, Diserahkan Peyidik ke Kejaksaan

Berkas Lima Pelajar Terlibat Kekerasan Seksual di Morotai, Diserahkan Peyidik ke Kejaksaan

2 September 2026
​Cegah Krisis Air dan Karhutla akibat El Nino, Ini Imbauan BPBD Kota Tidore

​Cegah Krisis Air dan Karhutla akibat El Nino, Ini Imbauan BPBD Kota Tidore

1 September 2026

Berita Terbaru

Redam Bentrok Antardesa, Polres Morotai Buka Blokade Jalan Pandanga-Juanga

Redam Bentrok Antardesa, Polres Morotai Buka Blokade Jalan Pandanga-Juanga

15 September 2026
Cuaca Buruk, Perahu Tenggelam di Perairan Dufa-Dufa Ternate, 1 Meninggal dan 1 Bocah Masih Dicari

Cuaca Buruk, Perahu Tenggelam di Perairan Dufa-Dufa Ternate, 1 Meninggal dan 1 Bocah Masih Dicari

13 September 2026

Kategori Berita

  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Malut
  • Morotai
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pertambangan
  • Polisi
  • Politik

Menu Kami

  • Beranda
  • Periklanan
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
Gamalama 09

Gamalam09 menyajikan informasi akurat, terbaru, dan objektif. Berkomitmen pada kualitas jurnalistik, media kami menjadi sumber berita utama bagi masyarakat Maluku.

Copyright © 2026 Gamalama 09 - Published by Enika Media

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pertambangan
  • Periklanan
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi

Copyright © 2026 Gamalama 09 - Published by Enika Media