TERNATE — Warga Kelurahan Tubo, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, meluapkan kekesalannya terhadap pelayanan Perumda Air Minum Ake Gaale (PDAM) yang dinilai kian memburuk. Kebijakan pemadaman air secara bergilir selama beberapa pekan terakhir memicu amarah warga, hingga menyebut jajaran manajemen sebagai penjajah.
Menurut pengakuan warga setempat, pasokan air bersih kerap mati total tanpa adanya pemberitahuan resmi terlebih dahulu. Akibatnya, aktivitas rumah tangga seperti memasak dan MCK (mandi, cuci, kakus) menjadi lumpuh.
”Kami bayar tagihan lancar setiap bulan, tapi hak kami mendapatkan air bersih malah digilir seperti ini. Kalau manajemen tidak mampu mengelola fasilitas publik dengan baik, lebih baik mundur saja!” ujar salah seorang warga Tubo dengan nada geram, Sabtu malam (30/5/2026).
Warga menilai pihak PDAM tidak profesional dan lambat dalam menangani krisis ini. Jika dalam waktu dekat tidak ada perbaikan signifikan serta transparansi jadwal pemadaman, warga mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan kantor PDAM setempat.
Selain mendesak manajemen mundur, warga juga meminta Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, untuk mengevaluasi Direktur Utama dan Dewan Pengawas (Dewas) PDAM yang dinilai tidak becus mengurus kebutuhan dasar masyarakat.
Warga mengeluhkan bahwa sebelum adanya pergantian manajemen, pelayanan air bersih di Kelurahan Tubo berjalan normal tanpa ada pemadaman bergilir.
”Semenjak Dirut PDAM Firman Mudafar Sjah dan Dewas Samin Marsaoly dilantik oleh Wali Kota, barulah ada kebijakan giliran air mati ini,” ungkap warga lainnya kesal. (Red)



















Copyright © 2026 Gamalama 09 - Published by